RAMBO, Vanesa Elfarida (2026) Penjabaran Norma Hukum dalam Pelestarian Ritual Adat Ngoa Ngi’i di Desa Paulundu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo. Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (704kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (451kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (610kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (468kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (585kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (341kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA DAN KETERANGAN PLAGIAT.pdf Download (466kB) |
Abstract
Hukum adat merupakan hukum yang hidup dan berkembang dalam masyarakat adat serta memiliki daya ikat yang kuat karena bersumber dari nilai moral, religius, dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu wujud keberlakuan hukum adat tersebut tercermin dalam pelaksanaan ritual adat Ngoa Ngi’i di Desa Paulundu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo. Ritual Ngoa Ngi’i merupakan praktik adat yang masih dijalankan oleh masyarakat Desa Paulundu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, namun dalam pelaksanaannya belum banyak dikaji sebagai norma hukum adat. Dalam praktik adat dikenal ungkapan “Ngoa Ngi’i ne’e woe adat, adha one lodo ata” yang menunjukkan bahwa ritual tersebut merupakan perintah adat yang bersifat mengikat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penjabaran norma hukum adat dalam pelaksanaan ritual Ngoa Ngi’i serta hambatan yang dihadapi masyarakat dalam penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjabaran norma hukum adat ritual Ngoa Ngi’i dan mengkaji hambatan dalam kehidupan masyarakat Desa Paulundu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan mosalaki, tokoh adat, dan masyarakat Desa Paulundu, serta didukung oleh studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur hukum adat. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk menggambarkan keberlakuan norma hukum adat dalam praktik kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Ngoa Ngi’i merupakan kewajiban hukum adat bagi setiap perempuan yang mengandung anak pertama pada usia kehamilan tujuh bulan. Norma hukum adat tersebut mengatur hak dan kewajiban perempuan hamil dan keluarganya sebelum dan sesudah pelaksanaan upacara, kewenangan mosalaki sebagai penegak hukum adat, tata cara dan perlengkapan ritual, serta sanksi adat (waja) apabila terjadi pelanggaran. Sebelum upacara dilaksanakan, keluarga memiliki kewajiban adat dan belum memperoleh pengakuan serta perlindungan adat secara penuh, sedangkan setelah upacara dilaksanakan, keluarga memperoleh pengakuan dan perlindungan hukum adat bagi ibu dan anak. Dalam praktiknya, pelaksanaan ritual menghadapi hambatan berupa keterbatasan ekonomi dan perbedaan pemahaman masyarakat terhadap norma adat yang tidak tertulis, namun hambatan tersebut diatasi melalui kebijaksanaan adat tanpa menghilangkan substansi hukum adat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa norma hukum adat dalam ritual Ngoa Ngi’i masih memiliki daya ikat yang kuat dan berfungsi sebagai hukum yang hidup (living law) dalam masyarakat Desa Paulundu. Oleh karena itu, disarankan agar norma hukum adat tersebut didokumentasikan secara tertulis dan peran mosalaki terus diperkuat, serta adanya dukungan dari pemerintah daerah dalam upaya pelestarian dan pengakuan hukum adat setempat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Adat, Norma Hukum Adat, Ritual Ngoa Ngi’i, Living Law, Masyarakat Adat Desa Paulund |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Program Studi Hukum |
| Depositing User: | Vannesa Elfarida Rambo |
| Date Deposited: | 09 Mar 2026 11:33 |
| Last Modified: | 09 Mar 2026 11:33 |
| URI: | http://repositori.unwira.ac.id/id/eprint/24040 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
