PAINEON, Marianus (2026) Analisis Financial Distress dengan Menggunakan Metode Altman Z-Score, Springate, dan Zmijewski untuk Memprediksi Kebangkrutan pada Perusahaan Sektor Ritel yang Terdaftar di BEI Periode 2022-2024. Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (891kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (437kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (655kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (469kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (884kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (196kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA DAN KETERANGAN PLAGIAT.pdf Download (610kB) |
Abstract
Marianus Paineon, NIM 32122064, Judul Skripsi “Analisis Financial Distress Dengan Menggunakan Metode Altman Z-Score, Springate, Dan Zmijewski Untuk Memprediksi Kebangkrutan Pada Perusahaan Sektor Ritel Yang Terdaftar Di BEI Periode 2022-2024”. Di bawah bimbingan Bapak P. Dr. Paskalis Seran, SVD, Dipl. Theol., MBA selaku Pembimbing I dan Ibu Ignatia T. Bau Mau, SE., MM selaku Pembimbing II. Rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini yaitu bagaimana hasil analisis financial distress dengan menggunakan metode Altman Z-Score, Springate, dan Zmijewski dalam memprediksi kebangkrutan perusahaan sektor ritel yang terdaftar di BEI, apakah terdapat perbedaan hasil prediksi antar metode, dan metode manakah yang paling akurat dalam memprediksi kebangkrutan pada perusahaan sektor ritel di BEI. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitan ini adalah menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan metode perhitungan Altman Z-Score, Springate, dan Zmijewski sebagai alat ukur kinerja keuangan perusahaan. Hasil analisis menggunakan metode prediksi Altman Z-Score diketahui bahwa terdapat 7 perusahaan yang terindikasi potensi bangkrut secara konsisten, yaitu BIMA, FAST, GLOB, MYTX, PLAN, PZZA, dan TELE. Sementara dua perusahaan lainnya yaitu KOTA dan PSKT secara konsisten tidak terindikasi potensi bangkrut. Selanjutnya, hasil analisis menggunakan metode Springate memperoleh hasil dimana semua perusahaan sektor ritel yang dijadikan sampel dalam penelitian ini terindikasi potensi bangkrut. Kemudian metode Zmijewski dalam hasil perhitungan menemukan bahwa perusahaan BIMA dan FAST pada tahun 2022 berada dalam kondisi sehat, namun pada tahun 2023-2024 berada dalam kondisi berpotensi bangkrut. Kemudian perusahaan GLOB, MYTX, dan TELE secara berturut-turut selama tiga tahun terakhir berada potensi bangkrut. Kemudian perusahaan KOTA, PLAN, PSKT, dan PZZA secara berturut-turut dalam tiga tahun terakhir berada dalam kondisi sehat atau tidak berpotensi bangkrut. Perbedaan hasil antar ketiga metode terletak pada sensitivitas rasio. Altman sangat sensitif terhadap efisiensi dan likuditas, sementara metode Springate sensitif terhadap profitabilitas dan Zmijewski lebih sensitif terhadap utang. Hasil perhitungan tingkat akurasi metode Altman Z-Score sebesar 22,22%, sementara metode Springate 0% dan Zmijewski sebesar 51,85%. Berdasarkan hasil penelitian, maka metode Zmijewski dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam menilai kondisi keuangan perusahaan dan juga sebagai bahan pertimbangan bagi investor untuk menilai kinerja keuangan perusahaan yang berpotensi mengalami kebangkrutan di masa yang akan datang.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | financial distress, kebangkrutan, Altman Z-Score, Springate, Zmijewski |
| Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management H Social Sciences > HJ Public Finance |
| Divisions: | Fakultas Ekonomika dan Bisnis > Program Studi Manajemen |
| Depositing User: | Marianus Paineon |
| Date Deposited: | 23 Feb 2026 04:02 |
| Last Modified: | 23 Feb 2026 04:02 |
| URI: | http://repositori.unwira.ac.id/id/eprint/23432 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
