BULU, Kornelius Ronaldo Osa (2023) Kehadiran Kristus dalam Diri Para Imam sebagai Inpersona Christi Perspektif Kanon 900 Kitab Hukum Kanonik 1983. Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (660kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (389kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (838kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (530kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (702kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (213kB) |
Abstract
Jati diri seorang imam pada waktu memimpin perayaan ekaristi adalah in persona Christi. Secara literer, in persona charisti memiliki arti dimana sang imam mengenankan wajah Kristus. Sementara itu, dalam pengertian harafia,in persona charisti berarti tindakan imam di altar merupakan tindakan Kristus sendiri, sebab imam melalui sakramen thabisannya, menghadirkan Kristus yang tidak tampak dalam sakramen ekaristi mahakudus. Terlepas dari pengertian itu,banyak kaum awam yang kerap kali kurang memahami apa makna sesunggunya dibalik jati diri imam sebagai in persona charity. Umat Allah cendrung memposisikan diri sebagai orang yang menilai imam dari kehidupan kesehariaanya dan dihubunghubungkan dengan tugas pelayaanan sacramental seorang imam. Banyak yang beranggapan bahwa imam yang hidup kesehariaanya baik , itulah yang dianggap layak dan sah dalam memimpin perayaan ekaristi dan pelayanan sakramen lainnya. Pemahaman seperti itu tentu telah menjadi pemahaman yang keliru. Dalam keabsahan pelayanan sakramen, , tindakan imam tidak dinilai sebagai ex opere operantis melainkan ex opere operato. Artinya bahwa sakramen yang diberikan oleh seorang kaum tertahbis dan tentunya laki-laki seperti imam, uskup maupun paus. Menghasilkan rahmat dengan sendirya karena Kristus sendrilah yang melakukan dan tiak tergantung pada pengantara yang memberikan sakramen-sakramen tersebut. Meskipun ada imam, uskup dan paus yang berada dalam keadan berdosa berat merayakan sala satu dari 7 sakramen Gereja, sakramen yang diberikannya tersebut tetaplah sah serta tetap memberikan rahmat pengudusan dan tetap mempunyai khasiat, sebagai umat katolik yang baik, setiap kita diharapkan untuk memahami apa makna jati diri imam sebagai in persona charistii.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General) B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity B Philosophy. Psychology. Religion > BS The Bible |
| Divisions: | Fakultas Filsafat > Program Studi Ilmu Filsafat |
| Depositing User: | Perpustakaan UNWIRA |
| Date Deposited: | 29 Apr 2026 05:34 |
| Last Modified: | 29 Apr 2026 05:34 |
| URI: | http://repositori.unwira.ac.id/id/eprint/24538 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
