KLAU, Junaldo (2026) Upaya Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur dalam Menanggulangi Tindak Pidana Prostitusi Online Melalui Aplikasi Michat di Kota Kupang. Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (545kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (721kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (390kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (572kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (445kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (346kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA DAN SURAT KETERANGAN BEBAS PLAGIASI.pdf Download (501kB) |
Abstract
Perkembangan teknologi informasi yang memicu munculnya kejahatan baru seperti prostitusi online, khususnya melalui aplikasi MiChat di Kota Kupang. Fenomena ini menjadi perhatian karena melibatkan eksploitasi remaja dan penyebaran konten pribadi sebagai alat ancaman, sehingga diperlukan langkah penegakan hukum yang efektif oleh pihak kepolisian. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merumuskan masalah mengenai bagaimana upaya Polda Nusa Tenggara Timur dalam menanggulangi tindak pidana prostitusi online melalui aplikasi MiChat di kota kupang dengan tujuan untuk mengetahui dan memahami upaya Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur dalam menanggulangi tindak pidana prostitusi online melalui Aplikasi MiChat di kota kupang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan metode kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dipusatkan di Polda NTT untuk memperoleh data primer melalui wawancara dengan informan dari Unit PPA, serta data sekunder melalui studi pustaka dan dokumen laporan polisi dari tahun 2022 hingga 2025. Teknik pengumpulan data dilakukan secara sistematis guna memastikan keakuratan informasi mengenai strategi patroli siber dan prosedur penanganan kasus prostitusi online. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menangani 5 kasus utama dari tahun 2022-2025 dengan modus dominan berupa ancaman penyebaran video bugil terhadap korban oleh pelaku yang merupakan orang dekat (pacar). Aspek preemptif mencakup edukasi dan sosialisasi rutin 2-4 kali sebulan dan langkah preventif berupa patroli siber dan pengawasan pengelolah penginapan serta aspek represif mencakup menerima laporan, penyelidikan, penyidikan, penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan dan pembuatan BAP sebagai langkah represif. Kesimpulan, meskipun Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur telah melakukan upaya penanggulangan tindak pidana prostitusi online melalui aplikasi MiChat di Kota Kupang secara preemptif, preventif, dan represif, melalui edukasi dan sosialisasi rutin, patroli siber dan pengawasan penginapan, serta penegakan hukum terhadap 5 kasus yang ditangani tahun 2022–2025. Namun, masih terdapat kendala seperti rendahnya kesadaran hukum masyarakat, penggunaan identitas anonim oleh pelaku, serta adanya ancaman dan eksploitasi terhadap perempuan dan anak. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan kemampuan digital forensik, pengawasan yang lebih ketat terhadap penginapan, serta pendampingan psikologis yang berkelanjutan bagi korban guna mewujudkan penanggulangan yang lebih efektif dan komprehensif
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Polda NTT, Penanggulangan Tindak Pidana, Aplikasi Michat. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Program Studi Hukum |
| Depositing User: | JUNALDO KLAU |
| Date Deposited: | 09 Mar 2026 10:30 |
| Last Modified: | 09 Mar 2026 10:30 |
| URI: | http://repositori.unwira.ac.id/id/eprint/24030 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
