Makna dan Fungsi Ritual Penti bagi Masyarakat Manggarai

DARU, Klotilda Etriyuni (2020) Makna dan Fungsi Ritual Penti bagi Masyarakat Manggarai. Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

[img] Text
BAB I.pdf

Download (433kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (637kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (631kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (609kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (323kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (519kB)

Abstract

Karya ilmiah ini berjudul Makna dan Fungsi Penti bagi Masyarakat Manggarai bertujuan mendeskripsikan makna dan fungsi yang terkandung dalam ritual Penti yang dilaksanakan oleh masyarakat Manggarai. Teori budaya dan Teori Kohesivitas menjadi alat analisis dalam mengelaborasi karya ini. Penti adalah sebuah ritus adat warisan leluhur Manggarai sebagai media ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang diperoleh selama setahun dan dikenal pula sebagai perayaan tahun baru bagi orang Manggarai. Ada beberapa Makna Ritus Penti Dalam Konteks Kebudayaan yaitu: 1. Makna religius: melaksanakan acara penti berarti merayakan acara syukuran dan hormat kepada leluhur, super natural, wujud tertinggi (Mori Kraeng) (Verheijen, 1999), 2. Makna kekerabatan: merupakan keterjalinan suatu hubungan persaudaraan atau kekerabatan antara keluarga pihak laki-laki dan pihak perempuan, dan 3. Makna pendidikan: merupakan salah satu bentuk pendidikan yang mengajarkan masyarakat tentang bagaimana pentingnya hidup bermasyarakat dalam upacara ini ada banyak pembelajaran yang diperoleh secara tidak langsung terselip dari rangkaian-rangkain kegiatan. Penti mempunyai beberapa fungsi yaitu: 1). Sebagai tanda syukur kepada Mori Jari Dedek (Tuhan Pencipta) dan kepada arwah nenek moyang atas semua hasil jerih payah yang telah diperoleh dan dinikmati. 2). Menolak Bala (jika acara ini tidak dilakukan, akan ada bencana-bencana yang menimpa masyarakat Manggarai. 3). Reuni keluarga. 4). Mengundang Roh Nenek Moyang. 5). Musyawarah Kampung. Saran bagi masyarakat Manggarai, agar tetap melestarikan kebudayaan Penti dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Serta kepada pemerintah Manggarai agar perlu mengkaji proses pelaksanaan upacara Penti sebagai bentuk penghargaan dan upaya pelestarian terhadap budaya lokal yang ada yang dapat dijadikan sebagai model pariwisata budaya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Makna – Fungsi – Ritual Penti.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
G Geography. Anthropology. Recreation > GR Folklore
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Pemerintahan
Depositing User: Perpustakaan UNWIRA
Date Deposited: 07 Jul 2026 01:42
Last Modified: 07 Jul 2026 01:42
URI: http://repositori.unwira.ac.id/id/eprint/24752

Actions (login required)

View Item View Item