Manusia Menurut Metafisika Aristoteles dan Relevansinya bagi Jati Diri Orang Katolik

DA CUNHA, Albert Gonzaga Agung (2026) Manusia Menurut Metafisika Aristoteles dan Relevansinya bagi Jati Diri Orang Katolik. Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (322kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (78kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (163kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (163kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (113kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (317kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (11kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA DAN SURAT BEBAS PLAGIAT.pdf

Download (118kB)

Abstract

Jati diri memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia terutama di zaman sekarang ini karena jati diri adalah diri kita sesungguhnya atau diri kita yang sebenarnya dari lubuk hati kita yang paling dalam. Jati diri bisa dikembang dan bisa dicari dengan berbagai cara. Beberapa diantaranya yaitu dengan mempelajari Metafisika Aristoteles dan mempelajari kehidupan dan ajaran orang Katolik. Jati diri bisa digunakan untuk berbagai hal-hal sangat penting untuk kehidupan kita di masa sekarang ini. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah studi kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) untuk mendapatkan sumber primer dan menggunakan website internet untuk memperoleh sumber sekunder. Tulisan ini juga merupakan sebuah kajian pustaka. Cara memperoleh data dengan studi pustaka. Cara menganalisa data dengan menafsirkan data dan refleksi filosofis. Cara menyajikan data dengan teknik deskripsi dalam bentuk skripsi. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menjelaskan arti dari manusia menurut metafisika dari Aristoteles dalam relevansinya menemukan jati diri orang Katolik. Penulisan ilmiah ini menggunakan referensi dari buku, artikel, dan internet. Aristoteles merupakan filsuf yang paling revolusioner pada masa Yunani kuno yaitu masa keemasan filsafat selain para filsuf lain yaitu Plato dan Socrates. Aristoteles menjadi filsuf yang paling revolusioner karena berhasil menciptakan dan menyimpulkan metafisika sebagai filsafat pertama dari hasil pemikiran Aristoteles dari kebijaksanaan, pengalaman, dan ilmu yang ia peroleh semasa hidupnya. Manusia memiliki arti jati diri menurut metafisika Aristoteles, karena manusia ada kaitannya dengan metafisika Aristoteles yang menjadi pokok utama yang akan dibahas dalam skripsi ini karena sangat berpengaruh pada metafisika sebagai filsafat pertama dan sangat penting untuk menggali arti lain dari manusia, dengan tujuan untuk menemukan jati diri manusia yang sudah tenggelam dalam arus waktu hingga masa sekarang karena berkembangnya zaman.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Jati diri, Etika, Aristoteles, Katolik, dan Metafisika.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
B Philosophy. Psychology. Religion > BD Speculative Philosophy
Divisions: Fakultas Filsafat > Program Studi Ilmu Filsafat
Depositing User: Perpustakaan UNWIRA
Date Deposited: 17 Mar 2026 12:11
Last Modified: 17 Mar 2026 12:11
URI: http://repositori.unwira.ac.id/id/eprint/24397

Actions (login required)

View Item View Item