Menelisik Makna Penderitaan Ayub sebagai Cerminan Penderitaan Orang Benar (Analisis Biblis Eksegetis Atas Teks Ayub 2:1-13)

TASO, Donatus Bhato (2024) Menelisik Makna Penderitaan Ayub sebagai Cerminan Penderitaan Orang Benar (Analisis Biblis Eksegetis Atas Teks Ayub 2:1-13). Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (927kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (240kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (281kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (451kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (148kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (17kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA DAN SURAT BEBAS PLAGIAT.pdf

Download (379kB)

Abstract

Diskursus penderitaan merupakan suatu persoalan yang paradoks. Karena sifatnya yang kontradiktif. Keparadoksannya itu yang selalu ada dan hadir dalam realitas kehidupan manusia yang merupakan misteri hidup yang dialami oleh siapapun entah dia kaya, miskin, jahat atau pun baik. Dari semua tantangan yang dihadapi manusia di era posmoderen ini, penderitaan mungkin yang paling sulit dijelaskan. Bagaimana Allah yang maha Kuasa dapat membiarkan dunia yang diciptakan-Nya penuh dengan penderitaan? Jika Tuhan Mahabaik mengapa Dia membiarkan penderitaan dan keburukan terjadi di dunia? Jika Tuhan Maha penyayang, mengapa Dia tidak mengasihi orang-orang yang menderita? Pertanyaan ini dijawabi oleh filsafat Platonis atau yang dikenal dengan istilah Neo-Platonisme; mengungkapkan bahwa sesungguhnya keburukan atau penderitaan pada dasarnya tidak ada atau dengan kata lain keburukan adalah ketiadaan kebaikan. Dengan demikain Tuhan tidak menciptakan keburukan sebagai wujud. Keburukan atau penderitaan adalah sebagai konsekuensi dari ketidaksempurnaan makhluk ciptaan. Penderitaan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari realitas kehidupan manusia yang merupakan misteri dalam hidup. Manusia tidak selalu dapat memahami penderitaan secara menyeluruh. Salah satu pemahaman penderitaan yang mau digarap adalah penderitaan orang benar. Pemahaman tentang konsep penderitaan yang dialami oleh iman orang benar merupakan suatu kajian yang menarik dan sangat relevan dengan fenomena manusia untuk dijadikan sebagai objek penelitian. Memaknai penderitaan adalah suatu upaya selektif yang sebenarnya sudah dilakukan sejak dahulu. Dalam kitab Ayub yang menjadi inti persoalan di mana Allah membiarkan orang yang tidak bersalah menderita. Penderitaan yang dialami Ayub merupakan gambaran penderitaan orang baik dan benar yang takut akan Tuhan, namun tetap menderita. Ayub menderita kehilangan harta benda, keluarga, dan penyakit yang dialaminya. Menariknya Ayub selalu menanggapinya dengan sikap iman, yang di representasi melalui kesabaran dan pengharapan dalam kedaulatan Tuhan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penafsiran eksegetis kritis dan kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang bersumber pada Kitab Suci, buku-buku dan jurnal. Melalui metode ini penulis dapat memberikan gambaran dan makna dari nilai penderitaan yang dialami oleh orang benar yang termanifestasi dalam diri Ayub. Selain itu, tujuan lainnya yakni vii umat beriman dapat lebih memahami dan menghayati iman serta mempertahankan iman ketika jatuh dalam pergumulan yang serupa dengan Ayub dengan menumbuhkan sikap sabar dan tetap berpengharapan pada kedaulatan Tuhan sebagai jalan menuju pengenalan akan Allah. Pergumulan yang menimpa Ayub merupakan peristiwa yang terjadi di luar dugaan dan sangat mengejutkan. Bagi Ayub penderitaan memang menyedihkan, tapi tak sampai menggoncangkan keseluruhan rencana hidup dan tatanan iman. Dalam Penderitaan yang dialami Ayub, ia bergumul untuk memaknai penderitaan dengan pengharapan. Sikap ini mengembangkan kesadaran bahwa ia sanggup dan yakin akan adanya Allah sebagai dasar keselamatan. Sikap ini yang Ayub pegang teguhkan. Sebab itu, Ayub berani untuk berbicara tentang kebenaran hingga akhir zaman. Pembelaan ini menjadi pegangan Ayub ketika diadili di hadapan manusia teristimewa kaum keluarganya yang melihat bahwa penderitaan dan kesengsaraan yang dialami Ayub merupakan akibat hukuman dari Allah karena dosanya. Dilema ini adalah kontradiksi yang nyata antara gagasan dasar bahwa Tuhan adil dan memberi pahala kepada yang baik dan menghukum yang jahat; bahwa Tuhan itu Maha Kuasa dan bahwa tidak ada yang terjadi di dunia ini tanpa kehendak-Nya; dan bahwa kita menyaksikan penderitaan orang yang tidak bersalah. Allah menjamin, kalau Ayub akan mampu bertahan dalam ujiannya dan menyelesaikan masalahnya. Meskipun dia mengalami kesulitan, Ayub tetap percaya pada kebajikannya sendiri dan percaya bahwa hikmat Ilahi akan menang. Karena seluruh tujuan dari penderitaan orang yang jujur adalah untuk memberitahu makhluk-makhluk Allah lainnya bahwa dia tidak memilih mereka, seperti yang terlihat dalam kasus Ayub dan penderitaan yang dia alami. Konteks ini yang dihadapi oleh Ayub. Menanggapi persoalan mengenai penderitaan yang ada saat ini yang dialami oleh orang percaya, tokoh Ayub dapat menjadi sebuah parameter mengenai seorang beriman yang mengalami situasi pergumulan yang tidak dapat dijelaskan tetapi justru pada akhirnya memberikan keberuntungan yakni membawa kepada tingkat pengenalan dan penyerahan kepada Allah. Penyerahan diri yang benar merupakan petunjuk sekaligus membuka jalan bagi banyak orang, yang mencari di dalam kebenaran makna terakhir dari keberadaan mereka yakni mencapai Allah. Berhadapan dengan pengalaman dan peristiwa yang demikian, penulis terdorong untuk mengkaji dan mengembangkan tulisan mengenai pengalaman penderitaan Ayub. Penulis mencoba merefleksikan penderitaan itu sebagai cara Allah dengan segala kemahakuasaan-Nya viii menunjukkan kelemahan dan keterbatasan manusia di hadapan-Nya, sekaligus cara Allah menempa iman setiap orang yang percaya kepada-Nya. Karenanya Allah memberi cobaan tidak di luar kapasitas manusia untuk menghadapinya. Melainkan Ia selalu menyediakan jalan untuk melalui setiap cobaan itu, dan pada akhirnya Allah sendirilah jalan itu. Dengan demikian, ketertarikan penulis pada kisah dan penderitaan orang-orang benar ini terangkum dalam judul berikut: ―Menelisik Makna Penderitaan Ayub Sebagai Cerminan Penderitaan Orang Benar (Analisis Biblis Eksegetis Atas Teks Ayub 2:1 13)‖

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity
B Philosophy. Psychology. Religion > BS The Bible
Divisions: Fakultas Filsafat > Program Studi Ilmu Filsafat
Depositing User: Perpustakaan UNWIRA
Date Deposited: 15 Jun 2026 02:54
Last Modified: 17 Jun 2026 03:00
URI: http://repositori.unwira.ac.id/id/eprint/24691

Actions (login required)

View Item View Item