SATUNG, Sepriliani Suryati Eltin (2026) Analisis Hukum Adat Atas Perubahan Praktik Paca (Belis) pada Masyarakat Adat Rihut, Desa Golo Munga Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, (Kajian Teori Sistem Hukum). Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (510kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (644kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (624kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (618kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (685kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (425kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA DAN SURAT KETERANGAN BEBAS PLAGIASI.pdf Download (646kB) |
Abstract
Paca (belis) merupakan bagian penting dalam sistem perkawinan masyarakat adat Rihut di Desa Golo Munga Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Paca (belis) mengandung nilai filosofis, religius, dan sosial, serta dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap perempuan, pengikat hubungan kekerabatan, dan tanggung jawab pihak laki-laki. Penelitian ini membahas perubahan praktik Paca (belis) pada masyarakat adat Rihut di Desa Golo Munga Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, yang mengalami transformasi dari penyerahan hewan ternak menjadi uang tunai atau bentuk alternatif lain. Rumusan masalah penelitian difokuskan pada wujud perubahan praktik Paca (belis) dan implikasinya terhadap lembaga adat, norma, dan budaya hukum, termasuk pengaruhnya terhadap hak perempuan dan kewajiban laki-laki dalam kekerabatan adat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui wujud perubahan praktik Paca (belis). Kondisi ini penting untuk diteliti untuk menegtahui dampaknya terhadap norma dan peran lembaga adat. Jenis penelitian ini adalah hukum empiris dengan spesifikasi yuridis sosiologis. Penelitian menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif untuk memahami realitas melalui proses berpikir induktif. Data yang dihasilkan bersumber dari ucapan, tulisan, dan perilaku subjek yang diamati secara langsung di lapangan. Pendekatan ini menempatkan ilmu sosial sebagai alat bantu (interdisipliner) guna memperoleh kebenaran korespondensi antara norma hukum dengan kenyataan di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Paca (belis) pada masyarakat adat Rihut mengalami transformasi adaptif tanpa menghilangkan nilai filosofisnya. Berdasarkan struktur hukum, penegakan norma Paca dilakukan secara kolektif melalui lembaga adat (Kepala Adat dan Tongka) dalam forum musyawarah Lonto Leok yang mengedepankan harmoni sosial daripada sanksi represif. Dari aspek substansi hukum, terjadi pergeseran media pemenuhan belis dari hewan ternak (kerbau/kuda) menjadi uang tunai akibat kelangkaan hewan dan faktor ekonomi, namun secara simbolis tetap menggunakan istilah adat (Kaba/Jarang) sebagai bentuk legalitas. Pada aspek budaya hukum, masyarakat menunjukkan fleksibilitas melalui prinsip Wae Teku Tedeng (pembayaran bertahap), yang membuktikan bahwa kesadaran hukum masyarakat adat Rihut bersifat dinamis dan kompromistis terhadap kondisi sosial-ekonomi modern guna menjaga keberlangsungan kekerabatan antara kelompok Anak Rona dan Anak Wina. Penelitian menyimpulkan bahwa praktik Paca (belis) pada masyarakat adat Rihut mengalami transformasi adaptif pada struktur, substansi, dan budaya hukum. Meskipun lembaga adat tetap memegang legitimasi, terjadi pergeseran operasional dan perubahan wujud belis dari hewan ternak menjadi uang tunai akibat tekanan ekonomi dan modernisasi. Budaya hukum masyarakat kini cenderung bersifat rasional-kontekstual dengan mengedepankan fleksibilitas melalui musyawarah. Namun, peneliti menegaskan bahwa pergeseran bentuk tradisional ini berpotensi mendegradasi nilai simbolik dan makna ritual Paca. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk tetap menjaga nilai inti adat agar fungsi belis sebagai pengangkat harkat perempuan dan pengikat kekerabatan tidak melemah menjadi sekadar transaksi materiil
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | hak, adat, Paca (Belis), masyarakat adat Rihut. |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Program Studi Hukum |
| Depositing User: | SEPRILIANI SURYATI ELTIN SATUNG |
| Date Deposited: | 06 Mar 2026 15:22 |
| Last Modified: | 06 Mar 2026 15:22 |
| URI: | http://repositori.unwira.ac.id/id/eprint/23981 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
